Pendidikan Nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menunjang kualitas sumber daya manusia yang bermanfaat bagi lingkungan masyarakat,Bangsa dan Negara.Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia seyogyanya sekolah dikelola oleh seorang pemimpin yang memiliki dasar-dasar dan syarat kepemimpinan, seperti pendapat tokoh pendidikan kita “Ki Hajar Dewantoro” sebagai berikut : “ Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani”,Seorang pemimpin bila berada di depan maka ia akan memberi contoh tauladan kepada bawahannya, jika ia berada di tengah-tengah ia harus dapat membangkitkan dan memberi semangat kepada orang-orang yang ada di sekitarnya dan jika ia berada di belakang, maka pemimpin itu harus dapat mengarahkan, mendorong/memotivasi agar orang-orang tersebut lebih maju. Seorang pemimpin harus mampu memberi contoh dan mengayomi bawahannya, memotivasi dan menggerakkan agar semua komponen yang ada dapat dan mau bekerja secara optimal sesuai dengan uraian tugas yang telah diberikan dan melaksanakannya dengan ikhlas serta penuh tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Kepemimpinan Kepala Sekolah bersifat situasional , artinya suatu kepemimpinan dapat efektif untuk situasi tertentu dan kurang efektif untuk situasi yang lainnya. Contonya dalam suatu keadaan darurat disekolah diperlukan kepemimpinan yang otoriter sebaliknya dalam keadaan normal kepemimpinan otoriter kurang baik. Kondisi lingkungan yang semakin komplek dan berubah dengan cepat sekarang ini , organisasi memerlukan seorang pemimpin yang selektif, yaitu pimpinan yang mampu mengarahkan dan mengembangkan aktivitas bawahan sesuai dengan fungsi dari seorang pemimpin.
Seorang pemimpin, dalam hal ini seorang Kepala Sekolah, tidak akan dapat menerapkan management sekolah dengan baik dan meningkatkan mutu pendidikan dengan hasil yang optimal tanpa ada partisipasi aktif dan kerja sama yang baik dari semua pihak baik para guru maupun seluruh staf sekolah. Maka timbulah suatu pertanyaan Bagaimana meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan fungsi-fungsi dasar management ?
Dalam penulisan makalah ini dibuatlah ruang lingkup sekolah sesuai dengan unsur-unsur yang terkait didalam menejemen sekolah yaitu :Kepala Sekolah (Top manajer),Wakil Kepala Sekolah(middle manajer),Guru(first line),Wali Kelas,Staff Tata Usaha,Pustakawan,Laboran,Masyarakat ( Komite Sekolah )
Pengumpulan data dilakukan dimulai pada permulaan mengikuti pendidikan Megister Manajemen Pendidikan melalui :Nara sumber,Penelitian terdahulu ,Internet,Observasi,Reverensi buku-buku yang ada.
PEMBAHASAN
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu organisai karena sebagian besar keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi ditentukan oleh kepemimpinan dalam organisasi tersebut. Pentingnya kepemimipinan seperti yang dikemukakan oleh James M. Black pada Manajemem: a Guide to Executive Command dalam Sadili Samsudin (2006:287) yang dimaksud dengan “Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan dan menggerakkan orang lain agar mau bekerja sama di bawah kepemimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Sementara R. Soekarto Indrafachrudi (2006:2) mengartikan “Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapailah tujuan itu”. Kemudian menurut Maman Ukas (2004:268) “Kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain, agar ia mau berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud dan tujuan”. Sedangkan George R. Terry dalam Miftah Thoha (2003:5) mengartikan bahwa “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi”.
Sementara R. Soekarto Indrafachrudi (2006:2) mengartikan “Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapailah tujuan itu”. Kemudian menurut Maman Ukas (2004:268) “Kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain, agar ia mau berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud dan tujuan”. Sedangkan George R. Terry dalam Miftah Thoha (2003:5) mengartikan bahwa “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi”.
Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempangaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama.
1.Kepala Sekolah sebagai manager,adalah orang yang melaksanakan/mengelola management sekolah,di mana dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh beberapa orang wakilnya,sehingga tindakan-tindakan yang bersifat operasional sekolah,dalam mengambil keputusan, menentukan kebijaksanaan dan menggerakkan orang lain, untuk melaksanakan program yang telah ditetapkan pada program jangka panjang dan jangka menengah,sesuai dengan kebijakkan yang telah digariskan dalam program kerja.
Seorang Kepala Sekolah sebagai pengelola management sekolah harus memahami Fungsi-Fungsi Dasar Management, yang meliputi :
1. Planning (Perencanaan )
2. Organizing (Pengorganisasian)
3. Actuating (Penggerakan)
4. Controlling ( Pengontrollan )
5. Evaluation ( Evaluasi )
Kepala Sekolah Menetapkan rencana apa yang harus dilaksanakan sekolah untuk menyelesaikan proram-program yang telah dibuat. Fase pertama perlu ditetapkan : “ Apa, kapan dan bagaimana” pekerjaan harus dilakukan. Dalam fase ini disebut “Perencanaan” (Planning).
Mendistribusikan atau mengalokasikan tugas-tugas pada orang-orang yang diberi kewenangan yang dituangkan dalam SK.Tugas, Kepala Sekolah mendelegasikan kekuasaan dan menetapkan hubungan kerja antara anggota kelompok kerja dengan delegir. Fase ini disebut “Pengorganisasian” (Organizing).
Kepala Sekolah menggunakan sarana-sarana, seperti komunikasi,pemberian instruksi,saran,teguran,pujian, sehingga para pelaku tenaga kependidikan tergerak untuk melaksanakan tugas yang telah diemban dengan secara ikhlas dan dengan kerjasama yang baik sebagai partner kerja kepala sekolah. Kegiatan ini menyebabkan kegiatan operasional sekolah menjadi bergerak dan berjalan. Fase ini lazim disebut “Penggerakkan” (Actuating). Pada saat kegiatan sekolah sedang bergerak atau berjalan, kepala sekolah harus selalu mengadakan pengawasan atau pengendalian agar gerakan atau jalannya kegiatan operasional sekolah sesuai dengan planning yang telah digariskan. Fase ini disebut “Pengawasan atau Pengendalian” (Controlling). Hasil kerja yang telah dicapai dalam program yang telah digariskan dibuat prosentase realisasi pencapaian sasaran/target. Dalam hal ini kepala sekolah dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada, penyebab timbulnya hambatan/kendala, sehingga dapat untuk memperbaiki kinerja mendatang. Fase ini disebut “Evaluasi” (Evaluation).
2.2. Wakil Kepala Sekolah merupakan kepanjangan tangan kerja kepala sekolah yang membantu tugas-tugas kepala sekolah sesuai dengan pembagian tugas masing-masing, yang meliputi :Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum,Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan,Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana,Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat.Wakil kepala sekolah harus membuat suatu perencanaan didalam melaksanakan tuagas selama tahun ajaran berlangsung bisa selama satu semester setiap wakil masing-masing mempunyai perencanaaan sesuai dengan urusan masing-masing.
Uraian tugas yang telah digariskan melalui SK.Tugas, Wakil Kepala Sekolah mengkoordinasikan anggota kelompok kerjanya, sehingga antara wakil kepala sekolah yang satu dengan yang lain tidak tumpang tindih pelaksanaan operasionalnya. Wakil kepala Sekolah Urusan Kurikulum berkoordinasi dengan semua guru mata pelajaran dan wali kelas, bertanggungjawab atas terselenggaranya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan berkoodinasi dengan Guru Pembina OSIS dan seluruh Pembina seksi-seksi kegiatan Ekstra Kurikuler. Menyusun Program Kerja kegiatan OSIS, menegakkan disiplin dan tata tertip siswa.
2.Guru sebagai tenaga kependidikan diberdayakan di sekolah Castetter B.W “The human Resources for Education Administration”memberikan konsep yang lengkap tentang pengembangan sumber daya manusia (SDM) khususnya di Pendidikan.Konsep-konsep tersebut telah memberikan gambaran yang jelas mengenai pengembangan sumberdaya manusia ,mulai dari perencanaan,pelaksanaan sampai dengan tindak lanjut.Mengingat pentingnya penataan SDM ,maka harus dikelola berdasarkan prinsif-prinsip manajemen. Pengembangan tenaga kependidikan harus dilakukan sesuai rencana kebutuhan yang jelas(education planning base on manpower rekrutmen) sehingga tidak terjadi ketimpangan antara kebutuhan dengan tenaga kependidikan yang tersedia.Dunia pendidikan harus senantiasa mengembangkan tenaga kependidikan baik dalam sikap maupun kemampuan profesional,agar tercipta kualitas pendidikan yang berkualitas juga.Diperlukan kerja sama dengan pihak ketiga misalnya perusahaan dalam pengembangan dan pemanfaatan sebagai praktek, objek studi.Kualitas SDM = Kualitas skill+kualitas fisik+kualitas sikap mental.Dengan dikoordinasi oleh Wakil kepala sekolah Urusan Kurukulum, guru harus mampu menguasai pengelolaan Program Pengajaran yang meliputi : Program tahunan, Program Semester, Analisis Materi Pelajaran, Pengayaan dan lain-lain yang berkenaan dengan proses belajar mengajar. Guru tidak hanya dituntut untuk meningkatkan ilmu pengetahuan anak didiknya, tetapi juga harus mampu membekali diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang. Dalam hal ini kepala sekolah harus mendorong dan memberi kesempatan kepada para guru untuk mengikuti penataran ,seminar, simposium, musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga dapat meningkatkan pengetahaun seorang guru dalam melkasanakn kegiatan belajar mengajar.
2.4 Disamping sebagai petugas pengelola kelas dan penyelenggara administrasi kelas, Wali kelas harus mampu berperan sebagai pengganti orang tua murid di sekolahnya. Mengetahui perkembangan akademik anak didiknya secara konprehensif, membuat catatan-catatan khusus. Kasus-kasus yang tidak mampu untuk diselesaikan sendiri agar dikonsultasikan atau dialih tugaskan kepada petugas Bimbingan dan Konseling sekolah. Pada prinsipnya senakal apapun anak masih ada sisi baiknya, jika perlu dikonsultasikan dengan orang tua/wali murid untuk solusinya.
2.5 Kepala Sekolah mendelegasikan tugas ketatausahaan kepada Kepala Urusan Tata Usaha sebagai koordinator, yang selanjutnya mengkoordinasikan kepada anggota tugas tentang uraian tugas yang harus dilaksanakan. Kemudian tugas bendahara adalah membantu Kepala Sekolah dalam pengelolaan administrasi keuangan sekolah yang mempunyai fungsi ; mengambil, menyimpan,membayarkan dan mempertanggung jawabkan secara administrasi keuangan (SPJ) tepat waktu.
2.6.Buku adalah sebagai salah satu sarana sumber ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin banyak buku yang dibaca akan terasa semakin kecil pengetahuan seseorang. Disamping sebagai petugas yang bertanggung jawab atas pengelolaan perpustakaan, Pustakawan berkoordinasi dengan seluruh guru mata pelajaran untuk memotivasi anak agar gemar membaca. Arahkan waktu senggang anak untuk pergi ke perpustakaan untuk mencari informasi dari tugas yang diberikan oleh gurunya, kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, niscaya budaya membaca dapat ditanamkan sehingga dapat menjadi salah satu kebutuhan hidupnya.
2.7Laboran sebagai petugas laboratorium yang bertanggung jawab atas pengelolaan laboraturium dan pemanfaatan peralatannya. Laboraturium merupakan salah satu sarana teknologi untuk mengembangkan kemampuan SDM peserta didik. Kepala sekolah menugaskan petugas lab yang sesuai dengan latar belakang keilmuannya agar peralatan yang mahal harganya tersebut dapat difungsikan seoptimal mungkin.
2.8 Peran orang tua sangat penting dan paling efektif adalah orang tua sebagai penyedia lingkungan belajar efektif, sehingga pelajar dapat belajar dengan baik.
PENUTUPKepala Sekolah adalah manager yaitu orang yang memimpin dan mengelola management sekolah ,memiliki dasar-dasar dan syarat kepemimpinan serta harus memahami fungsi-fungsi dasar management.Dalam melaksanakan Tugas-tugas Kepemimpinannya Kepala Sekolah dibantu oleh wakil kepala Sekolah, untuk membentuk kelompok kerja, melakukan koordinasi, membentuk Team Work yang kompak untuk membantu Kepala Sekolah melaksanakan program kerja yang telah di gariskan.Dengan penerapan fungsi-fungsi dasar management, diharapkan sekolah dapat menghasilkan prestasi yang berkualitas dan berkualitas dalam prestasi.Saran:Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia hendaknya setiap kepala sekolah membuat Program Kerja Sekolah sebagai pedoman untuk pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan sebagai alat kontrol dalam memutuskan kebijakan-kebijakan yang diambil.
DAFTAR PUSTAKA
Faizah Hasnah, 2011.Filsafat Ilmu,Pekan Baru: Cendekia Insani.
Faizah Hasnah,(2011)Menulis karangan Ilmiah,Pekan Baru: Cendekia Insani.
http:// Ilmiah manajemen.blogspot.com/2008/05/Pembinaan sumber daya manusia
Mulyasa,E (2009)Menjadi Kepala Sekolah ProfesionalBandung:Rosda Karya
Maman Ukas. 2004. Manajemen. Bandung: Agini
Muhammad Surya. Organisasi profesi, kode etik dan Dewan Kehormatan Guru.
Soekarto Indarafachrudi. 2006. Bagaimana Memimpin Sekolah yang efektif. Bogor: Ghalia Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar